Posted on

First Love Story

Title : First Love Story

Author : putresty

Genre : Romance

Length : Oneshoot

Main Cast :

–          Choi Sooyoung

–          Cho Kyuhyun

–          Choi Siwon

–          Other Cast

Disclaimer : Ini fanfict kedua aku. Sorry banget buat yang pada minta sequel dari Love and Hate, aku usahain tapi ga secepetnya karena susah banget nyari ide cerita yang bagus. Tapi aku bawa fanfict oneshoot lagi. Aku ga berani buat bikin fanfict chapter dan nanti malah jadi terbengkalai dan jadi fanfict yang lupa di ingatan karena terbitan yang lama dan aku juga udah mulai sibuk dengan tugas sekolah. Semoga fanfict ini kalian suka dan kasih kritikan buat aku yang masih pemula buat nulis fanfict. Dan kalo menurut kalian oneshootnya pendek maaf banget karena kalaupun mau di panjangin itu malah jadi ga seru. Daripada banyak disclaimer mending langsung baca aja.

Selamat membaca.

Sooyoung Pov

Kyuhyun meninggalkan pesan seperti ini … Di buku kelulusan SMP milikku.

~~*Musim panas kelas 2 SMA*~~

“Halo” Ucapku pada orang di sebrang telepon.

“Ah, Siwon?” ucapku pada Siwon

“Lama tak jumpa. Apa kabar?” Tanyanya terdengar sedikit antusias.

“Baik. Kenapa tiba-tiba menelepon?” Tanyaku padanya karena sedikit aneh Siwon menelponku tiba-tiba. Saat SMA kita jarang sekali berkomunikasi seperti ini paling hanya menanyakan kabar lewat email.

“Kita akan mengadakan reuni kelas. Kau mau ikut?”

“Reuni kelas?”

“Iya, Semua murid kelas kita diundang. Kita diminta jadi panitia, dan karena kau pernah jadi ketua kelas. Bagaimana?” Ucap Siwon

“Baiklah”

“Ah. Itu dia datang!” Ucap Yuri saat aku sampai di Sungai Han tempat kita bereuni bersama yang lain.

“Kyaa, Sooyoung!” Sekarang Yoona terlihat antusias sekali melihatku. Mungkin karena kita jarang bertemu setelah kelulusan SMP.

“Hai.” Ucap seorang namja dan itu Eunhyuk. Dia sudah berubah banyak rupanya.

“Lama tak jumpa!” Ucapku untuk menyambut sahutan mereka semua.

“Makasih sudah mau repot-repot yah, kudengar kau sangat sibuk di sekolah?” Ucap Yoona saat aku sedang memberikan sebuah paperbag pada Eunhyuk untuk acara kami nanti.

“Iya, tapi besok aku libur les, kok.” Jawabku pada Yoona

“Kau mau masuk universitas favorit ya? Asyik dong.” Ucap Eunhyuk

“Iya, dia pintar sih!” Ucap Yuri, dan aku hanya bisa tersenyum mendengar ucapan mereka.

Saat aku sedang mengobrol dengan yang lain tiba-tiba ada yang menepuk pundakku dari belakang.

“Hei.” Aku pun berbalik melihat siapa yang menyapaku.

“Apa kabar Sooyoung?” Ternyata dia Siwon.

“Ah. Siwon” Aku hanya tersenyum mengangguk membalas pertanyaan Siwon. Sedikit canggung memang setelah sudah lama kita tidak bertemu, padahal saat SMP kita sangat akrab karena aku sebagai ketua kelas dan dia sebagai wakilnya.

“Iya, kita ada di Sungai Han” Ucap Siwon yang sepertinya berbicara pada orang di telepon “Baiklah Kyuhyun kita tunggu kau di sini”

‘DEG’

“Kyuhyun.” Ucapku sangat pelan dan mungkin orang yang berada dekat denganku pun tidak akan mendengar ucapanku barusan.

*flashback*

Aku melihatnya sedang di atap sekolah.

“Apa?” Ucap Kyuhyun padaku setelah aku sampai di atap sekolah untuk menegurnya karena selalu saja berbuat masalah setiap hari.

“Kau dipanggil guru.” Kataku bernada kesal padanya. “Kau berantem lagi ya?” Tanyaku padanya yang sedang berdiri membelakangiku

“Kalau dia ada urusan, kenapa kau yang disuruh kesini?” Ujarnya yang masih membelakangiku dan sekarang sedang memegangi pagar pembatas “Kenapa sih , tiap hari kau pasti menegurku?” Tanyanya.

“Aku juga tak mau. Tapi ini tugasku sebagai ketua kelas.” Ucapku padanya yang masih pada posisinya membelakangiku. Aku pun pergi dari tempat itu meninggalkannya sendiri.

+++

Kyuhyun si pirang adalah anak pembuat masalah di kelas. Baru masuk sekolah pun sudah babak belur.

“Apa kabar Kyuhyun? Hei” Ucap Donghae menggoda Kyuhyun yang baru saja masuk ke kelas dengan wajah babak belur-nya

“Mukamu kenapa tuh! Hahaha” Sekarang Eunhyuk yang bukannya terlihat khawatir karena teman sekelasnya babak belur malah menertawakannya.

Tapi …

Memang banyak teman yang mengganggunya.

“Begitu deh.” Ucap Kyuhyun dengan tertawa walaupun ia tahu teman-teman sedang mengejeknya. Dan dia mampu menutupi kesedihannya.

Sebetulnya, Aku iri padanya. Satu-satunya kesempatan berhubungan dengannya adalah saat aku menegurnya. Saat dia berbuat kesalahan dan mengejarnya sampai berlari-larian untuk menangkapnya dan mencarinya yang bersembunyi karena tidak mau ikut piket kelas. Walaupun fisikku merasa lelah tapi entah mungkin semangat dari hatiku, lelahku seperti tidak terasa untuk terus menegurnya.

~~*Hari Kelulusan*~~

“Kyuhyun di terima di SMA SHINHWA ya?” Ucap Yoona. Ujian Nasional sudah berakhir dan sekarang hari kelulusan.

“Masa sih!” Ujar Yuri menanggapi pembicaraan Yoona. Di hari kelulusan ini adalah hari terakhir kita berkumpul sebagai murid SMP dan kami akan saling menulis pesan atau kesan di buku tahunan kelulusan kami masing-masing.

“Kyuhyun menulis pesan di buku kelulusanku lho.”

“Ah aku juga” Itu yang aku dengar dari obrolan teman-temanku yang lain. Aku juga ingin ditulisi pesan oleh Kyuhyun.

“Kau mau bukumu kutulisi pesan?” Ucap seseorang dari belakangku

“Eh…” Mukaku memerah seketika saat aku menolehkan kepalaku. Benar itu Kyuhyun.

“Tidak usah …” Ucapku sedikit panik. Karena tak biasa kita saling menyapa kecuali jika aku menegurnya.

“Sama sekali tidak manis, ini kelulusan.” Ucapnya sinis. Baiklah kesempatan tidak datang dua kali Sooyoung. Aku pun memberikan bukuku padanya. “Kau masuk SMA NISHI?” tanyanya sembari menuliskan sesuatu di bukuku tapi aku tidak tahu apa yang dia tulis karena aku bicara dengan membuang mukaku darinya.

“Tapi kau masuk SMA SHINHWA. Dunia memang tidak adil ya.” Ucapku sinis padanya. Padahal aku tahu dia belajar mati-matian untuk ujian masuk.

“Tulisi bukuku juga, dong” Ujarnya setelah selesai menulis pesan di buku kelulusanku.

Aku pun menerima bukunya dan mulai menulis. Sebaiknya apa yang aku tulis ya dan di saat terakhir ini, aku ingin jujur tentang perasaan ku tapi…

Tetap sehat ya. Jadilah

dewasa di masa SMA.

Choi Sooyoung

“Bawel Ah.” Ucapnya setelah membaca pesan dariku di bukunya yang barusan aku  tulis. Ah, aku salah lagi “Nih.” Kyuhyun memberiku buku kelulusanku yang sudah berisikan pesannya “Sudah ya” Ucapnya lagi pergi meninggalkan kelas dan juga aku yang masih mematung saat melihat pesan yang di tulis olehnya tadi di bukuku.

aku cukup menyukaimu. Kyuhyun

*flasback end*

Tak kusangka dia meninggalkan pesan seperti itu.

“Kyuhyun sudah menuju kesini” Ujar Siwon membuyarkan pikiranku tentang Kyuhyun di masa lalu.

“Oh ya? Aku sempat ketemu dia di depan stasiun .. Dia rajin belajar ya?” Ucap Yoona pada Siwon.

“Iya, memang. Aku kan sekelas dengannya.” Ucap Siwon. Siwon memang satu sekolah dengan Kyuhyun tapi aku tidak tahu kalau mereka bisa satu kelas lagi.

“Siapa percaya. Si pirang tukang berantem itu malah sekolah di SMA favorit.” Ucap Eunhyuk dengan wajah yang tidak mengenakkan, sebenarnya aku bisa saja tertawa atau sekedar tersenyum dengan tingkah Eunhyuk tapi untuk sekedar menarik mulutku pun sulit sedangkan jantungku yang lebih aktif untuk bergerak setiap mendengar nama Kyuhyun atau mengingat tentangnya. Dan kali ini aku sangat gugup untuk bertemu dengannya.

‘Apa dia tidak berubah … tetap pirang kah?’ pikirku sembari berjongkok menghadap sungai membelakangi yang lain dan menyibukkan diri dengan memasukkan tanganku ke dalam air agar kegugupanku tidak terlihat teman-temanku.

“Itu Kyuhyun kan?”

“Kyuhyun, Sini!”

‘DEG!’

Aku mendengar teman-temanku memanggilnya. Dia benar-benar datang tapi aku tidak bisa bergerak. Hey! Ayolah Sooyoung kau tak usah segugup ini dihadapannya itu malah membuatku aneh dihadapannya. Walaupun tidak bisa berdiri karena gugup aku mencoba menoleh dan aku dapat melihat punggungnya di antara teman-temanku yang mengerubunginya. Saat aku mencoba melihatnya dia pun menoleh ke belakang tepat ke arahku. Mata kami bertemu dan aku bisa melihatnya dengan jelas sekali. Rambutnya hitam, berbeda dengan Kyuhyun yang ada di ingatanku tapi dia tetap Kyuhyun.

Kyuhyun pun berpaling dari tatapanku dan mengobrol bersama yang lain dan aku masih tetap tidak bisa bergerak dari posisiku tadi.

“Ada yang punya korek?” Ucapnya yang sekarang sedang memainkan Kembang Api untuk acara kita.

“Nih.” Ujar Eunhyuk memberikan korek api padanya

Sepertinya ada yang beda pada Kyuhyun? Mungkin karena rambutnya jadi hitam dan dia jadi makin tinggi. Kyuhyun menjadi sekeren ini? Aku terus melihat Kyuhyun dan melihat perubahan yang ada pada dirinya.

“Lama tak jumpa.” Ujar Kyuhyun padaku dan langsung membuat wajahku memerah karena ketahuan memperhatikannya.

“Eh, Iya”

“Kau potong rambut?” Tanyanya sembari memainkan Kembang Api yang ada di tangannya.

“I..Iya. Kyuhyun rambutmu jadi hitam.” Ucapku tanpa memandangnya karena jika aku memandangnya sambil berbicara padanya aku yakin wajahku seperti kepiting rebus.

“Iya” Balasnya tanpa memandangku juga. Sepertinya suasana diantara kami sangat canggung.

“Co… Cocok ju-“

“Hei, kita ke SMP yuk!” Belum sempat aku menyelesaikan ucapanku Yuri sudah berteriak pada kita semua.

“Kyuhyun. Kita jalan kaki saja dari sini.” Ucap Yuri merangkul lengan Kyuhyun. Sangat berani sekali dia.

“Iya” Balas Kyuhyun seadanya.

“Ah, Sooyoung~ssi kau dipanggil Siwon tuh!” Ujar Taeyeon tiba-tiba padaku.

“Eh … Iya.”

“Hei, waktu SMP kalian sering digosipin lho. Sebetulnya kalian ada hubungan apa?” Ujar Yuri padaku. Apa maksudnya aku dengan Siwon ada hubungan khusus, begitu?

“Hah?” Aku malas menanggapinya dan hanya berpura-pura tidak tahu maksud omongannya.

“Sebetulnya kalian jadian ya?”

“Kalian serasi lho.”Apa-apaan sih mereka?

“Apa … Apa katamu …” Belum sempat aku bicara mereka sudah pergi.

Di perjalanan untuk pergi ke SMP kita dulu aku bisa melihat Kyuhyun yang berjalan di depanku bercanda bersama Seohyun dan Yuri. Dia bisa akrab dengan yang lain tapi denganku sangat canggung sekali

“Apaan tuh! Hahaha” Ucap Yuri

“Suara Yuri kencang sekali” Ucap Siwon yang sedang berjalan di sisiku. Aku dan Siwon memang terlihat dekat oleh yang lain tapi kami hanya berteman mungkin karena kita sering terlihat bersama saat SMP karena jabatanku sebagai ketua kelas dan dia sebagai wakilnya.

“Ah Maaf” Ujar Yuri yang mendengar ucapan Siwon.

Tak ada yang beda dibanding saat SMP, saat aku melihat Kyuhyun. Terasa begitu jauh…

“Kau kenapa Sooyoung? Selalu melihat dari jauh.” Ucap Siwon membuatku kaget dengan ucapannya “Sesekali lihatlah dari dekat untuk memperluas wawasanmu.”

“Eh?” ‘Apa maksudnya’ Pikirku dalam hati. Tidak biasanya Siwon memakai kata berhiperbola seperti ini.

“Kyuhyun berubah ya.” Lanjutnya dan aku memperhatikan Kyuhyun dari belakang sini, memang dia banyak berubah apalagi dari penampilannya. “Dibanding waktu SMP dia jadi lebih tekun. Oh ya ini semua berkat Victoria. Dia jadi berubah total” Ucapnya lagi yang membuatku berfikir dengan nama Victoria yang disebutkannya tadi siapa Victoria? Siapa dia? “Kadang-kadang dia masih berantem tapi kita bersamanya sejak kelas 1. Lagipula masa SMA lebih menyenangkan dibanding SMP” Ucap Siwon yang membuatku membayangkan masa SMP-ku bersama Kyuhyun. Saat aku menegurnya dan Kyuhyun hanya menutup kedua telinganya dan memasang wajah tak pedulinya saat aku berbicara padanya. Benarkah masa SMA lebih menyenangkan menurutnya?

“Hem.” Aku hanya bisa menanggapinya dengan bergumam. Kyuhyun berubah jadi orang seperti itu ya.

“Kangen juga.” Ujar Yuri setelah kita sampai di halaman belakang Sekolah SMP kita.

“Mau nyebur ke kolam” Usul Eunhyuk. Sepertinya mereka berniat menaiki pagar pembatas ini dan masuk ke Sekolah.

“Asyik juga.” Balas Kyuhyun. Dan bertambah lagi sisi Kyuhyun yang tidak aku kenal.

“Hei.” Tegur Siwon pada mereka yang berusaha menaiki pagar tersebut.

‘Jangan Pergi’

‘Jangan pergi’

Aku menarik jaket yang dikenakan Kyuhyun saat dia hendak menaiki pagar dan bisa aku lihat wajah Kyuhyun yang menoleh ke arahku dan itu membuat wajahku memerah.

“Hen … Hentikan, nanti kau bikin ribut dan menyusahkan orang lain.” Ucapku, Aku berusaha mengucapkannya dengan lancar “Ternyata kau tak jadi dewasa ya” Ah… lega rasanya setelah bisa menegurnya seperti dulu lagi.

“Kau bawel!” Ucap Kyuhyun yang membuatku semakin tak enak padanya. Dan hatiku sedikit ingin menangis karena dia membentakku.

“Iya, biarkan saja!” Ucap Yuri membela Kyuhyun.

“Jangan dimarahi lagi dong.” Sekarang ucapan Seohyun makin menyudutkanku.

“HEI!” Ucap seseorang dari belakang kami ternyata itu penjaga sekolah ini “Apa yang kalian lakukan disini?!” Bentaknya pada kami.

“Kabur!” Teriak Eunhyuk

“Eh, Tunggu!” Ucap penjaga sekolah tersebut.

“Maaf, Pak” Teriak Eunhyuk sembari berlari.

Aku hanya bisa berdiri melihat mereka dan masih memikirkan ucapan Kyuhyun yang sangat melekat di pikiranku. Tiba-tiba ada tangan yang menarikku untuk berlari.

“Cepat Sooyoung.” Ucap Siwon menarikku dan mengajakku berlari bersamanya.

@Sungai Han

“Ya, ampun!” Ucap Yuri ngos-ngosan dan langsung duduk di atas tanah begitu saja  bersama yang lain untuk mengurangi kelelahan.

“Payah sekali!” Ujar Seohyun.

“Gara-gara Kyuhyun nih!” Ujar Euhyuk

“Kok Aku?” Ucap Kyuhyun. Aku hanya bisa melihatnya dari jauh dan masih memikirkan kata-katanya yang begitu melekat di pikiranku.

‘Kau Bawel!

“Masih banyak Bir dan ada Soju nih. Yuk minum!” Ujar Euhyuk yang membawa makanan dan minuman yang banyak untuk reunian kecil-kecilan kita dan menghabiskan waktu dengan bercanda dan berbincang bersama.

Aku tetap hanya bisa melihatnya dari jauh. Melihatnya akrab dengan Yuri maupun Seohyun yang berusaha mendekatinya. Kenapa aku bersikap begitu di depan Kyuhyun, itu sebabnya dia selalu bilang aku bawel. Aku tak tahan pada diriku sendiri.

Sudah 2 kaleng bir dan 1 gelas soju aku habiskan. Sekarang aku sedang menghabiskan 1 kaleng yang ada di tanganku sepertinya aku akan mabuk setelah ini.

“Kau tidak apa-apa Sooyoung?” Ucap Yuri padaku yang terlihat aneh dengan sikapku dan aku bisa lihat semuanya memperhatikan aku yang aneh ini termasuk Kyuhyun.

“Iya. Bagus dong, minum saja selagi bisa!” Ucapku pada mereka yang melihatku aneh sekarang. Kami pun melanjutkan obrolan kami dan aku tetap meminum bir sebanyak mungkin.

“Heh? Sudah kosong?” Ujarku saat kaleng yang aku pegang sudah kosong.

“Sooyoung~ssi Bir-nya habis ya? Buka saja yang baru? Atau kau mau Soju?” Ujar Yoona padaku. Saat aku mengambil botol soju dari tangan Yoona tiba-tiba ada tangan yang menjauhkan tanganku saat akan mengambil botol dari tangan Yoona

“Hei, Jangan minum lagi Sooyoung. Istirahatlah sebentar.” Ucap Siwon padaku, aku hanya menurutinya dan Siwon membawaku sedikit menjauh dari teman-teman atau lebih tepatnya dari minum-minuman itu.

“Mungkin kau tak sadar.” Ucapnya. Saat ini kami duduk saling berhadapan dan aku duduk membelakangi teman-temanku.

“Apanya?” Tanggapku pada Siwon yang tidak mengerti maksud ucapannya.

“Tapi sekali aku melihatmu, aku langsung tahu dan berhentilah memaksakan dirimu. Oke?” Ujar Siwon padaku yang seakan mengerti sikapku yang aneh dari tadi. Siwon menyimpan telapak tangannya diatas kepalaku dan itu membuatku tenang karena tangannya yang lembut dan membuatku lebih baik.

“Iya.” Hanya itu tanggapanku pada Siwon. Aku merasa tenang sekarang dengan Siwon, tapi tiba-tiba ada yang menarikku ke pelukan orang tersebut dan aku bisa tahu dari bajunya, dia Kyuhyun. Tentu saja Siwon yang aku lihat, bingung dengan kejadian ini. Kyuhyun yang aku lihat sekarang penuh dengan amarah seperti anak kecil yang mainannya direbut.

Kyuhyun melepaskan pelukannya dan berdiri lalu menarikku dan aku pun berdiri dari tempatku dan mengikuti Kyuhyun yang terus menarik tanganku

“Kau terlalu banyak minum! Kenapa bengong saja sih!” Kyuhyun menatapku dan membentakku akupun sedikit bingung dengan perlakuannya tapi sekarang perutku terasa mual

“Uhk!” Ucapku tertahan dan menutup mulutku yang sepertinya akan mengeluarkan sesuatu Kyuhyun yang sekarang di hadapanku tentu melihat itu dan langsung menggendongku tiba-tiba dan membawa ke dermaga dan menurunkanku disitu. #Ada dermaga ga sih di sungai han? Hahaha author ngasal. Pokoknya jalan yang kaya jembatan ke tengah laut atau danau atau sungai yang luas tapi buntung. Ngerti kan? Kalo ga ngerti juga? Yowes.

“Tung … Tunggu” Ucapku tergagap karena dia terus memaksaku untuk muntah.

“Ayo muntah. Kalau muntah, nanti kau merasa lebih lega.” Ujarnya disampingku sembari memijat-mijat leherku.

“Tidak. Tidak bisa, aku takut. Jijik…” Ucapku. Aku memang tidak suka dengan yang namanya muntahan karena itu sangat jijik sekali jika aku sampai mengeluarkannya.

“Bawel amat sih, Susah sekali Cuma disuruh “Hoek” saja!” Ujarnya dan perkataannya tadi membuat perutku seakan bergejolak dan akan mengeluarkan magma dalam perut.

“Uh… Jangan bilang “Hoek”…” Ucapku sedikit tertahan karena akhirnya magma dalam perut itu pun keluar.

Kami terdiam beberapa menit setelah aku berhasil mengeluarkan magma dalam perutku yang bergejolak tadi. Kyuhyun memberikanku air mineral dan selanjutnya duduk membelakangiku  tepatnya aku yang membelakanginya karena merasa malu terhadapnya. Aku tolehkan kepalaku melihat Kyuhyun yang sedang melihat ke arah teman-teman.

“Mianhe …” Ucapku merasa bersalah karena menyusahkannya.

“Kau bodoh.” Ujarnya dengan penekanan “Kenapa ceroboh sekali? Tidak seperti biasanya.” Ucapnnya menimbulkan pertanyaan di pikiranku ‘Apa yang kulakukan?’

Ya … aku memang tak suka menyusahkan orang dan kenapa aku tidak bisa jujur menuruti perasaan, padahal aku ingin akrab dengan mereka … padahal aku suka dia. Mataku sudah berkaca-kaca siap menangis di depan Kyuhyun tapi ternyata Kyuhyun memelukku lagi tapi sedikit ada jarak dalam pelukan ini. Aku hanya menyimpan kepalaku di pundaknya. Kyuhyun yang lebih tinggi dariku memposisikan kepalanya di atas kepalaku.

“Kau beda dari biasanya, Lebih manis…” Ujarnya, dan aku hanya bisa diam karena masih shock dengan perlakuannya yang beda dari biasanya “Biasanya kau tegar” Ujar Kyuhyun dan melepaskan pelukannya dan menyimpan tangannya di pundakku “Jangan perlihatkan sikap seperti ini di depan siapapun..”

“Tapi, Aku ingin berada di sisimu Kyuhyun. Sebetulnya aku ingin tersenyum disampingmu.” Ku keluarkan semua alasan kenapa aku sangat berbeda hari ini “Maaf, aku nekat bicara begini padahal aku tahu kau sedah mempunyai pacar.” Ucapku dengan tertunduk saat mengatakan kata ‘pacar’.

“Pacar?” Ujar Kyuhyun tidak mengerti maksudku.

“Kau memang punya pacar kan? Siwon bilang kau berubah karena seseorang bernama Victoria.” Ucapku masih bicara tertunduk tanpa menatapnya.

“Victoria itu wali kelasku, dan dia sudah berumur 35 tahun.” Ujarnya membuatku menatapnya tidak percaya.

“Nde?”

“Ya ampun, salah paham ya!” Ucap Kyuhyun sembari terkekeh pelan.

“Tapi …” Semua ini gara-gara Siwon ‘Awas kau Siwon.”

“Aku ingin berubah tapi bukan karena wali kelasku.” Ucapnya dan membuatku sekali lagi menatapnya. “Karena orang yang kurindukan tidak ada di SMA.” Lanjutnya lagi dan sekarang berdiri dari duduknya dan menatap sungai Han di depannya aku pun mengikutinya untuk berdiri tapi tetap ada jarak diantara kami.

“Orang yang kau rindukan?” Tanyaku saat dia berhenti bicara dan tetap memandang ke Sungai.

“Awalnya tiap kali bertemu denganku di selalu mengomel. Kukira dia bawel.”

Sooyoung pov end

*flashback*

Kyuhyun pov

“Kyuhyun kau ini bisa tidak jangan berantem terus?” Tegur Pak Guru padaku. Aku sedang di ceramahi Pak Guru karena berbuat masalah lagi.

“Jangan cat rambutmu jadi pirang begitu!” Ujar Siwon dari belakangku. Di kelas sekarang hanya ada aku, Pak Guru, Siwon, dan Ketua kelas kita yaitu Sooyoung.

“Hei kalian juga harus menegur dia!” Ucap Pak Guru dan aku hanya memutarkan kedua bola mataku dan menatap sinis Ketua kelas dan Wakilnya.

“Ah..” Siwon sepertinya akan mengucapkan sesuatu.

“Tapi praktis juga kok. Rambutnya itu membuatku tahu dimana dia berada.” Ucap Ketua Kelas-ku itu sebelum Siwon berbicara.  Apa dia bermaksud membelaku?

“Kau malah membelanya Sooyoung~ssi” Ucap Pak Guru pada Sooyoung. Siwon pun melihat aneh ke arah Sooyoung yang berbicara seperti itu.

“Kalau di cat pirang, dia langsung masuk dalam ruang penglihatanku.” Lanjutnya dan tiba-tiba membuatku tepatnya membuat jantungku seperti berdebar-debar mendengar setiap dia bicara untuk membelaku.

+++

“Kyuhyun!” Aku mendengarnya berteriak saat aku sedang berlari kabur dari piket kelas hari ini. “Ayo tugas piket!” Teriaknya lagi. Saat mencoba berlari darinya aku melihat jendela terbuka dan langsung lopat dari jendela tersebut dan bersembunyi di bawah jendela tersebut.

“Kau disini ya!” Aduh aku ketahuan olehnya. Dia memang benar tentang rambut pirangku. Aku langsung bisa masuk di ruang penglihatannya. “Sudah kubilang jangan bolos piket” Ucapnya dari jendela yang ada di atasku dan aku menolehkan kepalaku ke atas dan melihatnya lalu tersenyum padanya.

“Apa? Kenapa tersenyum?”

Kyuhyun pov end

*flashback end*

Sooyoung pov

“Aku kabur karena ingin menarikmu. Tiba-tiba saja semuanya terasa menyenangkan. Tiap hari aku pergi ke sekolah agar bisa bertemu denganmu.” Ucap Kyuhyun setelah mengingatkanku tentang kejadian kami di masa lalu. “Memang konyol dan kekanakan tapi itulah cinta pertamaku.” Lanjutnya lagi dan aku tak kuasa untuk membendung lagi air mata yang dari tadi sudah siap untuk meluncur ke pipiku itu.

“Sampai sekarang aku masih menyukaimu Kyuhyun.” Ucapku dengan keberanian yang ada untuk mengungkapkannya.

“Iya. Aku juga masih menyukaimu.” Ucapnya memegang tanganku dan membawanya ke pelukanku.

Mulai sekarang kami berdua memulai hari yang baru.

*Epilog*

Kyuhyun Pov

Sepulang sekolah aku langsung pergi ke taman kota untuk menunggu Sooyoung pulang dari sekolahnya lalu mengajaknya sekedar untuk berjalan berdua sebagai sepasang kekasih.

Sepanjang jalan di tengah taman kota yang dikelilingi pohon yang daunnya berguguran membuatku ingat kenanganku bersama Sooyoung di pekarang SMP dulu.

*flashback*

“Hei Kalian!” Teriak seseorang saat aku sedang bercanda dengan Eunhyuk dan bermain-main dengan daun yang berguguran yang seharusnya aku dan Eunhyuk bersihkan dan kumpulkan tapi Eunhyuk malah menaburkannya ke tubuhku. “Bukannya piket malah main-main!” Tegurnya lagi dan sekarang sudah berada di depanku “Payah! Seperti anak SD saja!” Lanjutnya lagi.

“Dasar cerewet.” Ucapku menanggapinya. Dia itu manis tapi terlalu cerewet.

“Apa katamu?” Ucapnya geram dan meremas sapu yang seharusnya aku gunakan untuk membersihkan daun gugur. “Eh, ada yang nyangkut.” Ucapnya tiba-tiba dan mengambil sebuah daun yang nyangkut di rambutku. “Ah, warnanya sama dengan warna rambutmu.” Ucapnya lagi sembari memperhatikan warna daun tersebut yang mempunyai warna yang sama dengan rambutku yaitu pirang. “Tuh” Tunjuknya padaku.

*flashback end*

“Kyuhyun.” Teriak seseorang membuyarkan lamunanku tentang kenanganku dengan Sooyoung. Ah dia Sooyoung.

Sooyoung sedikit berlari ke arahku.

“Maaf ya. Sudah lama menunggu?” Ucapnya saat sudah berada dekat denganku sembari merapihkan rambutnya akibat berlarian tadi.

“Ah tidak kok.” Ucapku datar. Baru pertama kali aku melihat Sooyoung memakai seragam SMA-nya dan dia sangat terlihat cantik.

“Pemandangannya indah ya. Pekarangan SMP kita juga seperti ini kan?” Ujarnya yang membuatku menoleh kaget padanya. Apa dia mempunyai pikiran yang sama denganku saat memikirkan kenanganku dengannya dulu. “Hem?” Dia menoleh ke arahku yang masih terkejut oleh ucapannya tadi dan  wajahnya seperti berbicara ‘Ada apa? Mengapa kau seperti terkejut?’

‘Sepertinya dia tidak ingat dengan kejadian itu.’ “Tidak ada apa-apa.” Ucapku  lalu berjalan mendahuluinya. Mana mungkin dia mengingat kejadian yang hanya menurutku sangat bekesan.

“Hah? Tunggu Kyuhyun!” Ucapnya dari belakangku “Ada daun yang nyangkut.” Ucapnya lagi dan mengambil daun yang nyangkut di rambutku, sekarang terjadi seperti de ja vu. Yah, walau pun dia tidak mengingatnya biarlah itu menjadi ingatan dan kenangan manis untukku bersama cinta pertamaku. Ku genggam tangannya dan menggandengnya agar selalu berjalan di sisiku dan berjalan bersamanya dengan rasa bangga.

“Lho. Kok langsung menggandengku. Kau aneh” Ucapnya dan membalas genggaman tanganku dengan sama eratnya lalu berjalan bersama layaknya sepasang kekasih remaja yang sedang kasmaran. Cinta pertamaku yang berakhir dengan bahagia.

The End

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s